Semarak GASTASI (Gelar Anak Sholeh Berprestasi) oleh AMM Palbapang Bantul

Tak seperti biasanya Ahad, 9 Desember 2018 Balai Desa Palbapang Bantul terlihat begitu semarak. Tampak adik-adik kecil putra dan putri dengan baju taqwa dan gamis di dampingi dengan bapak atau ibu yang mendampinginya. Lengkap dengan tas gendong aneka warna di gendong di pundak kecilnya. Ternyata Ahad pagi kemarin diselenggarakan GASTASI (Gelar Anak Sholeh Berprestasi). Kegiatan GASTASI diselenggarakan oleh anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Palbapang yang terdiri atas Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, serta didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Desa Palbapang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bantul, dan para donatur.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan prestasi yang dimiliki anak-anak. Serta untuk menumbuhkan kesadaran dan peran umat Islam dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas moral dan intelektual yang Qur’ani. Menurut Ketua Panitia GASTASI Sa’id Supriyadi mengemukakan insyaAllah kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun sekali. Tampak tim Panitia menggunakan seragam serba hitam khas AMM Palbapang hilir mudik membantu mengkondisikan adik-adik yang aktif di dalam balai desa Palbapang.

Continue reading “Semarak GASTASI (Gelar Anak Sholeh Berprestasi) oleh AMM Palbapang Bantul”

Advertisements

Aku Memilihmu, Muhammadiyah

Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya, mengapa pada saat ini bisa mengenal bahkan menjadi bagian dari organisasi warisan dari K.H.Ahmad Dahlan. Dipakai pakai logika pun tak akan pernah sampai, namun itu semua akan menjadi bisa jika Allah ta’ala sudah menggerakkan dan memberikan ketetapan Nya kepada semua makhuk di alam semesta ini, tanpa terkecuali salah satunya adalah Aku.

***

Aku sejak dari kecil dibesarkan dalam keluarga sederhana, hidup di sebuah kampung desa Kiringan ,Canden, Jetis, Bantul. Orangtuaku hidup sangat sederhana, juga dengan pengetahuan agama Islam yang standar. Lingkungan tempat tinggal kami mayoritas adalah warga Nahdiyyin (organisasi Nahdhatul ‘Ulama, sering disebut Warga NU) hal ini terlihat dari pemahaman agamanya, cara mengamalkannya dan cara keseharian mereka dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Kampung kami hidup dalam nuansa yang tertib, aman, dan damai, sehingga terlalu banyak cerita menyenangkan jika mengingat kampung tempat ku dilahirkan dan dibesarkan.

Sejak kecil aku memang senang dan menyukai dunia berorganisasi, entah itu organisasi dalam bidang agama ataupun organisasi dalam bidang kemasyarakatan. Sering terlibat aktif dan sering hadir jika ada kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. Bagiku dengan berorganisasi kemampuan dalam memanajemen suatu acara akan cepat terlatih, banyak relasi dan tentunya akan mendatangkan pengalaman yang luar biasa. Organisasi sekelas remaja masjid, organisasi karang taruna serta menjadi salah satu tim promosi untuk mengembangkan potensi wisata kampung kami, itu adalah salah satu bukti bahwa aku memang menyukai dunia berorganisasi.

Aku bisa saja berbicara dengan sembarang orang, yang sering aktif berorganisasi bisa ku ajak berbicara, dari kalangan non organisasi juga bisa, bahkan bapak-bapak saja bisa ku ajak ngomong. Asalkan tetap menjaga adab dan sopan santun begitulah kedua orangtuaku mendidik anak-anaknya. Jumlah anggota keluarga ada 5 (lima) orang, aku anak yang tengah/ kedua sementara masih memiliki kakak perempuan dan adik laki laki, begitulah gambaran singkat keluarga sederhanaku.

Karena mayoritas warga adalah warga Nahdiyyin lambat laun aku paham akan ajaran dan amalan yang sering dilakukannya, dzikiran di makam malam hari, tahlilan ketika ada orang meninggal, wisata religi atau ziarah ke makam-makam para wali, nyadranan di makam menjelang puasa, dan sebagainya. Hubunganku dengan teman-temanku di sini alhamdulillah baik-baik saja, dulu ada beberapa warga yang sudah terkenal dengan pemahaman Muhammadiyah. Terus terang saja di kampungku, mendengar kata Muhammadiyah ada rasa berbeda, wajar karena tempatku mayoritas adalah warga Nahdiyyin.

Kalau waktu itu Aku ditanya tentang Muhammadiyah? Aku jawab saja, orangnya keras, sering membid’ahkan orang lain, sering mengkafirkan orang, serta merasa paling benar sendiri, jarang aktif di masyarakat dan tidak ramah cenderung sombong. Begitulah penilaianku awal tentang Muhammadiyah, dan rasa penilaianku itu hampir sama dengan mayoritas warga kampung, Aku yakin itu! Pandanganku tentang Muhammadiyah yang tertanam tetap seperti itu, hingga suatu saat ada hal yang menjadi jalan hidayah Aku bisa mengenalnya secara benar, yap mengenal Muhammadiyah yang sebenarnya?

***

Continue reading “Aku Memilihmu, Muhammadiyah”

Pemuda Muhammadiyah itu?

“Jadikan nilai-nilai Islam bukan untuk sekadar retorika atau knowledge pengetahuan, tetapi diamalkan dalam kehidupan dan amal nyata. Tunjukkan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah menjadi teladan.”
_
“Sesuai dengan teladan Nabi Muhammad sallahu’alaihi wa sallam yang melekat dengan nama Muhammadiyah. Nabi Muhammad sallahu’alaihi wa sallam merupakan sosok yang diutus untuk menyempurnakan akhlak dan keseluruhan hidupnya dihiasi oleh nilai-nilai terpuji.”
_
_
“Pemuda Muhammadiyah jadilah penyuluh keadaban masyarakat. Jadilah obor bagi masyarakat. Berislam bukan sekadar beriman dan berilmu, tetapi juga beramal.”
_
Ketua Umum PP Muhammadiyah
( Dr.Haedar Nashir, M.Si)
_
#pemudamuhammadiyah
#kokam
#kokamindonesia
#catatanseorangkader

Bagaimana Membangun Militansi Berjamaah oleh Ust. Drs. H. Purwono, MA

Keberhasilan Muhammadiyah diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat bertahan lebih dari 1 abad
  2. dan tak ada konflik
  3. Ajarannya pembaharuan/ purifikasi
  4. Ide pembaharuan terwujud nyata dan membumi
  5. Konsisten (apalagi dalam politik)
  6. Sistem organisasi berjalan, Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar
  7. Memiliki amal usaha terbesar di dunia (asset tunggal) dikuasai Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bukan keluarga
  8. Pimpinan organisasinya relatif ikhlas dan bersih

_

Membangun: merekonstruksi kembali untuk penguatan gerakan Muhammadiyah, melalui pemantapan peningkatan dan pengembangan

Survey MPK (Majelis Pimpinan Kaderisasi) di Bantul mengemukakan fenomena unik yang terjadi:

1. Pengetahuan agama tinggi, akan tetapi pengamalan agamanya rendah

Pintar tetapi tidak alim) sebagai aktivis lebih baik mengamalkan agama, seperti amalkan sholat berjamaah di masjid tepat waktu untuk laki-laki, puasa Senin-Kamis, bersedekah.

Continue reading “Bagaimana Membangun Militansi Berjamaah oleh Ust. Drs. H. Purwono, MA”

Syawalan KOKAM Jetis 2018 di Masjid Al Ihsan Bulus Kulon

Assalamu’alaikum warah matullah wabarakaatuh,

Sabtu, 30 Juni 2018 telah diadakan Syawalan Halal bi Halal Keluarga Besar KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Jetis di Masjid Al Ihsan Bulus Kulon.

Puluhan anggota KOKAM Jetis hadir dalam acara syawalan malam itu. Perwakilan dari PRPM Trimulyo, PRPM Sumberagung, PRPM Canden ikut hadir mensukseskan acara tahunan tersebut.

Acara ini digelar untuk menjalin silaturahim antar anggota KOKAM Jetis, saling mengakrabkan diri kepada sesama anggota sekaligus momentum syawalan di bulan Syawal. Mengingat selama bulan Ramadhan KOKAM Jetis memang tidak ada kegiatan utama, semua anggota dipersilakan untuk fokus beribadah di masjid kampung masing-masing.

Continue reading “Syawalan KOKAM Jetis 2018 di Masjid Al Ihsan Bulus Kulon”

A WordPress.com Website.

Up ↑