Balik lagi yuk?

Ingin kembali bisa hadir di sholat subuh berjamaah di masjid 🙂

Advertisements

Resolusi di penghujung 2017

Alhamdulillahirobbil’alamiin. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam atas segala limpahan dan rizki serta hidayahNya yang diberikan kepada saya.

Banyak sekali sesuatu yang saya dapatkan di tahun 2017. Entah itu baik materi ataupun non materi. Semua itu datang dengan tiba-tiba.

Selalu entah itu baik atau buruk selalu ucapkan alhamdulillah, seperti itu saja.

Namun diantara banyak sesuatu yang saya dapatkan itu adalah,

Saya diberikan kesempatan untuk bergabung dan lebih mendalami tentang dakwah agama Islam bareng organisasi Muhammadiyah. Itulah nikmat yang sungguh Allah ta’ala hadiahkan kepada saya. Dari dulu yang belum sempat tahu dan mengenal Muhammadiyah Kalau dahulu hanya tahu dari ‘kata orang atau dari katanya-katanya.

Namun perlahan, saya mulai mengenal organisasi ini step by step. Ternyata makin ke dalam organisasi ini makin kagum saya dibuatnya.

Banyak sekali yang saya kagumi, dalam organisasi ini. Berawal dari inilah saya mulai tambah semangat lagi, mendalami ilmu agama, mempersiapkan untuk bekal kelak diakherat, semampu saya dan sebisa saya. Ditambah banyak saudara baru yang super welcome dan ramah.

So, jika ditanya apa kesan di tahun 2017?

Saya, jawab dengan mantab, “Allah pertemukan saya dengan Muhammadiyah.”

Wajahmu Bukan untuk Percobaan?

Kemarin saya terkejut dengan yang diperlihatkan salah seorang rekan kerja di kantor. Dengan tiba-tiba partner cewek itu bilang,” Mas Dip mau lihat wajahhku?” 

‘Lha emang kenapa mbak?’, balasku dengan spontan.”

Tanpa sengaja saya melihat kok pemandangan yang tak enak untuk dilihat. Wajah dibalik masker warna hijau itu terlihat. Warna yang biasanya putih, kuning langsat sekarang berubah. Berubahnya seperti apa?

Saya gak mau menceritakan detail disini. “Lha, itu kenapa ya mbak kok bisa seperti itu,” tanyaku lagi.

Dia mulai bercerita bahwa ini adalah salah satu efek samping dari memakai krim, entah itu krim malam atau krim lainnya. Dia udah bertahun-tahun memggunakan krim kecantikan. Sudah berganti-ganti merk lah, sudah berganti-ganti dokter. 

Kalau pakai jasa dokter bagus bisa diperpanjang, kalau misal tak bagus segera pindah haluan. Begitu seterusnya hingga menemukan dokter yang cocok dan diinginkan. Memang dari dulu, ingin mempunyai wajah yang bersih dan cantik seperti idaman wanita lainnya.

Tapi sekarang baru mulai sadar akan efek dari krim itu. Uh, ngeri deh kalau sampai ingat pemandangan ketika masker dibuka itu. Hiy… 😦

Terlebih dia ingin berhenti menggunakan segala krim kecantikan, ingin menjalani program kehamilan juga. Sehingga ini alasan kuat mbak nya ingin berhenti menggunakan krim.

Ini proses pengeluaran racun yang bertahun-tahun menumpuk di kulit. Bagaimanapun efek bahan kimia yang menumpuk itu tak baik dikulit. Uh, jadi takut saya kalau melihat para wanita dwngan pedenya pose selfi, setelah menggunakan krim kecantikan. Padahal usianya jauh lebih muda.

Memang terlihat lebih bersih dan putih, namun tahukah efeknya kelak suatu hari nanti? Ya, tidak jauh beda dengan hasil yang mbak itu perlihatkan.

So, sekarang mulai berhati-hati wahai para wanita, dalam memggunakan krim kecantikan. Natural saja, pakai pembersih dan penyegar muka saja. 

Dan sering-seringlah basuh muka dengan air wudhu ini lebih baik dan berpahala. Wajah akan terlihat nersinar dan berseri, beneran cobalah?

Semoga cepet sembuh ya mbak, seperti sediakala, aamiin ya robbal’alamiin 🙂

Tinggal nunggu giliran?

Pada dasarnya semuanya itu nunggu giliran untuk diambil. Ya, bisa umur, kepandaian, ketampanan, kekayaan, motor, mobil, pangkat, jabatan, istri, anak, dan tabungan misalnya. Bisa saja dengan mudah diambil oleh Sang Pemilik.

Kita tidak tahu kapan itu terjadi, karena biarlah itu semua menjadi misteri illahi. Kita cukup siap dan kudu harus siap. Belajar ikhlas dengan mengikhlaskan, sekali lagi bukankah itu semua hanya titipan?

Kalau kita disini hanya sebagai perawat dari titipan Allah, ya tak bisa protes pan namanya juga hanya titipan…

Untuk itu kita harus sadar sesadar sadarnya bahwa semua itu adalah titipan, tak ada perlu yang bisa disombongkan.

Arie Untung mampir di Masjid Jogokariyan

Alhamdulillahirobbil’alamiin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Malam tadi atas campur tanganNya. Nonton Bareng Film Islami ‘Alif Lam Mim di masjid Jogokariyan bisa terlaksana.
Bakda isyak, para jamaah sudah berbondong-bondong memasuki area masjid berwarna hijau tosca itu.

Lebih kurang pukul 20.00 malam acara dibuka, dan beruntung sesuai namanya salah satu producernya Arie Untung bisa hadir melakukan sesi tanya jawab dengan penonton. 

Menggunakan celana panjang warna cokelat, pakaian kokoh warna pitih dan memakai ikat kepala khas masjid Jogokaryan. Celana panjangnya di atas mata kaki loh 🙂
Arie Untung mencoba berbagi pengalaman karena mendapatkan hidayah untuk lebih mengenal agamanya yakni agama Islam. Dahulu tahu sendiri pergaulan seorang artis papan atas di Jakarta. Bisa dibilang salah pergaulan juga bisa. Akhirnya hidayah berkenan mampir ke dalam kehidupan mantan VJ ini.

Arie Untung juga ikut acara 212 di Jakarta dengan memakai pakaian ala-ala spiderman,” ujarnya. Menggunakan atribut penutup dengan dalih cari aman saja wkwk.

Lalu dapat hidayah lewat ucapan sederhana dari temannya, Eh Arie itu followermu kamu gunakan untuk apa? Untuk endorsan saja? Untuk apa? Coba digunakan untuk dakwah mengajak kebaikan, pan nanti insyaallah setiap kebaikan yang ditulis akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Begitulah kira-kira ceritanya.

Bermula dari itulah Arie Untung mencoba menangkap pesan ini dan mencoba mempraktekkannya. Masyaallah

Semoga Allah ta’ala selalu melimpahkan hidayah dan ampunan serta rahmat kepada Arie Untung, keluarga dan sahabatnya yang peduli akan agama islam, dakwah pergerakan Islam. Aamiin 🙂

Terimakasih kepada pihak masjid Jogokariyan yang sudah memfasilitasi acara nonton bareng semalam, semoga dicatat sebagai amal jariyah kalian semua oleh Allah ta’ala. Aamiin…


“Saya tak perlu menulis berita yang bertabrakan dengan hati saya.” ~Lam

A WordPress.com Website.

Up ↑