Jangan Lelah Mencintai Indonesia

(Jangan Lelah)
.
Meskipun setiap hari di medsos ada berita miring, ada berita yang membuat hati ini ‘mangkel dan kecewa.
.
Meskipun kadang dilapangan juga tidak seapik dengan pemberitaan di media televisi, karena sekarang media dan berita bisa ‘dibeli.
.
Meskipun suasana di dunia maya lebih ‘ekstrem daripada dunia nyata, semuanya keras dengan pilihan yang slalu di dewakannya. Semuanya ngeklaim paling sendiri, sampai-sampai tidak tahu bahwa siapa toh yang aslinya lebih diperjuangkan itu?
.
Saudaraku, saudariku…
.
Apapun itu pemberitaan entah di media sosial, media cetak, dan media televisi itu tak akan pernah melunturkan akan bangganya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kita sudah ditakdirkan Allah ta’ala menjadi warga negara Indonesia.
.
Sudah sepantasnya, sekarang bukan menghujat dan saling mencaci. Yang penting adalah, apa saja yang bisa kita perjuangkan dan korbankan untuk negara ini?
.
Jika materi dan tenaga masih belum bisa, cukup selalu selipkan doa terbaik untuk bangsa besar ini, untuk para pemimpin kita, dan para rakyat Negara Indonesia.
.
Karena dari permulaan doa-doa terbaik itulah ada batu pijakan kecil untuk membuat dan mengubah negara ini agar menjadi lebih baik dan berkualitas.
.
So, sudahkan kita berdoa yang terbaik untuk negeri dan pemimpin ini? Jangan lelah mencintai Indonesia, Nak?
.
#ramadhanberceritaday23 #ramadhanbercerita #dwipracaya

Advertisements

Mau Pilih yang Mana?

(Mau milih yang mana)
.
Alhamdulillahirobbil’alamiin, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Di penghujung ramadhan tersisa beberapa hari lagi akan usai. Rasa-rasanya baru saja seperti baru kemarin, kita mulai melakukan sahur bareng keluarga kali pertama, .
Rasa-rasanya baru kemarin, kita buka bersama bersama keluarga meski hanya dengan segelas teh hangat manis plus camilan, entah mendoan atau roti kering, namun sungguh terasa nikmatnya.
.
Ada rentetan ibadah yang sudah dijalankan dan diistiqomahkan dari awal ramadhan sampai sekarang ini. Semua tak lain karena mengharap ridho sang ilahi, mengetuk pintu langit agar rahmatNya dan ampunanNya bisa dilimpahkan kepada kita.
.
Ada yang dari awal sangat semangat sekali dalam melakukan segala ibadahnya. Ya, puasa, ya sholat lailnya, ya sedekahnya, ya tadarusnya. Semua di awal serba gaspoool. Namun, menjelang akhir justru malah melempem. Seakan kehilangan asupan nutrisi dan tenaga untuk tetap melakukannya di awal ramadhan kala itu.
.
Ada juga yang dari awal semangat, tetap istiqomah dalam menjalankan semua amal ibadahnya. Beruntungnya adalah skala ritme dari awal ramadhan sampai sekarang, ajeg sama, sama saja. Sesuai dengan awal permulaan ramadhan. Masih beruntung tipe ini.
.
Yang terakhir adalah yang dari awal sudah istiqomah, sudah rajin dan mati-matian menjaga amalan ibadah itu. Karena ini sudah penghujung akhir, bukannya letoy atau loyo. Justru malah digeber digenjot terus amal ibadahnya.
.
Malah dikencengin, sholat sunnah qabliyah ba’diyah, sedekah makin kenceng, rajin datang ke majelis ilmu. Rasa kantuk ketika mau sholat subuh pun dihempaskannya, semua karena ingin memaksimalkan akhir ramadhan ini.
.
Sekarang tinggal pilih, mau yang mana?
.
#ramadhanberceritaday22
#ramadhanbercerita #dwipracaya
.
Pict : this beautiful picture from my friends in Japan, his name @katsuhisa.taniguchi don’t say ‘good fot this picture because I say ‘perfect for this picture 🙂

Kosongkan Gelasmu?

Ketika ada sebuah gelas, penuh dengan air di dalamnya. Lalu dituangkan air kedalamnya. Airnya karena sudah penuh, tumpah ruah dan jatuh berserakan di meja.
.
Air yang dituangkan tak dapat masuk memenuhi isi gelas tersebut. Air tak bisa masuk ke dalam, karena sudah penuh terisi.
.
Begitulah perumpamaan ketika kita sedang belajar menuntut ilmu. Gelas itu adalah pikiran kita dan air adalah ilmu yang akan masuk diserap oleh pikiran kita. Sebagus apapun ilmu yang akan masuk, tak akan pernah bisa masuk jika pikiran kita sudah penuh dan tertutup dengan hal-hal lainnya. Sudah menutup diri, berlaku sombong dan merasa sudah tahu segalanya.
.
Padahal bisa saja, informasi atau ilmu yang akan diberikan adalah ilmu yang kita belum pernah mengetahuinya. Lagian jika memang sudah pernah mengetahuinya, tak mengapa lah. Justru ilmu akan menancap dengan sangat kuat dan sulit terlepas?
.
Jika gelas atau pikiran kita kosong, mau menerima setiap informasi dan ilmu yang masuk. Sedikit demi sedikit, itu jauh lebih baik. Karena otomatis ilmu itu masuk ke pikiran dan tidak hilang dengan percuma. Ingatan juga kuat dalam menerima ilmu itu.
.
Kalau ilmu itu baik dan bagus silakan dipakai dan diamalkan, kalau misal ilmu itu tidak baik ya sudah cukup untuk diketahui juga kan? Gak ada ruginya 🙂
.
So, bijaklah dalam mengontrol gelas Anda, ada kalanya gelas itu penuh dan ada kalanya biarkan gelas itu kosong tak ada isinya sedikitpun.
.
Foto: @robar_id
.
#ramadhanbercerita11 #ramadhanbercerita #dwipracaya

Catan Akhir Ramadhan #truestory :)

Seperti pada tahun sebelumnya,  masjid Nurul Huda tampak jamaah sedang berbondong-bondong pergi ke masjid. Ada putra, putri,  bapak-bapak, ibu-ibu pun anak-anak juga hadir.  Semua datang ,ada yang berjalan kaki,  ada yag memakai sepeda onthel,  pun ada juga yang memakai, sepeda motor. 

Tampak dari raut wajah mereka yang sumringah super senang, dan bahagia.  Oh ya rupanya malam itu adalah malam sholat tarawih pertama di bulan ramadhan tahun 2017.

***

Karena tak terbiasa bangun pagi-pagi, sekitar pukul 04.00 wib, kami sekeluarga ‘gelagapan untuk bangun pertama makan sahur. Maklum,  karena baru pertama kali makan sahur,  jadi tak ada ‘prepare sebelumnya.  Tapi meskipun bangunnya kaget, alhamdulillah semuanya bisa makan sahur bareng… 

***

Untuk kesekian kalinya merasakan sensasi berbuka puasa di masjid-masjid di Jogjakarta. Diawali dari masjid Danunegaran, masjid Gede Kauman, masjid Syuhada, masjid Kampus UGM, dan terakhir di masjid Jogokaryan. 

Ada nuansa berbeda dari tiap-tiap masjid, jadi tambah mengenal karakter orang-orang disana. Dari beberapa masjid yang pernah saya datangi dalam keguata. bersafari ramadhan, saya jujur lebih senang ketika bersafari ramadhan di masjid Syuhada Kotabaru Jogjakarta. Tempatnya bersih,  adem,  dan nyaman saja ketika berada ditempat itu. Orang-orangnya juga ramah ramah. 

***

Mata ini slalu saja merasa berat, sangat berat dicampur rasa kantuk yang melanda kedua kelopak mata.  Sudah berulangkali cuci muka,  tetap saja masih ngantuk. Sudah ganti posisi duduk, ganti posisi tangan, namun nihil tetap saja mengantuk. Namun anehnya,  ketika sudah berada di rumah kantuk nya hilang sama sekali? Aneh

***

Salah satu momen terbaik adalah bisa berbagi dengan mereka yang lebih membutuhkan, sekedar memberi makan untuk berbuka bagi para pengendara jalan. Tak peduli siapa itu orangnya,  Kasih aja makanan untuk berbuka. Bersama teman se kampung,  hal ini tak ternilai dengan apapapun, kebersamaan dan kepedulian. 

***

Ada saja anak-anak kecil berebut untuk membeli petasan, ya membeli mercon korek. Mercon atau petasan korek super murah dengan uang 500 perak sudah bisa membeli petasan korek. Cukup dah buat ngagetin orang di jalan.  

“Mas,  aku mas aku mas tuku mercon korek? (Mas,  saya mas,  say mas beli petasan kodek?) 

***

Diberikan pesan mulia oleh manusia sederhana di jalan Bantul, sebelah selatan Waroeng Steak and Shake di jalan Bantul. Dikejutkan dengan seorang bapak paruh baya, sedang mengendarai sepeda onthel, dengan menenteng sebuah tabung berjumlah 4(empat)  beruliskan “Jual Es.”

Tanpa mengenakan jaket hanya pakaian saja, bapak itu ternyata dari daerah Kasongan, baru saja berjualan es di alun-alun selatan. 

“Pak es e telas? (Pak es nya sudah habis?) Saya mencoba bertanya. 

“Oh,  telas mas,  pun telas… (Oh, iya mas, sudah habis.)” Bapak itu menjawab. 

***

Tak biasanya di tempat kerja ngantuknya super hebat. Sudah berulangkali ke ‘wastafel untuk cuci muka,  namun tetap saja rasa kantuk itu melanda. Akhirnya diputuskan untuk tidur sebentar, di lantai 2 sambil mendengarkan murothal Muzammil Hasballah…. 

#tidur

***

Meskipun sudah dijadwal untuk menjadi pengajar TPA di kampung. Seminggu mendapat jatah 2 (dua) kali mengajar. Namun sampai detik ini ditahun 2017 belum bisa mengajar TPA di masjid Nurul Huda Kiringan Bantul. Alasannya ‘simpel pulang dari tempat kerja hampir jam 5 sore, udah tahu jawabannya? 

Sampai dirumah,  beberapa menit langsung terdengar suara sirine tanda berbuka puasa? 

***

Meskipun target belum bisa tercapai, namun melihat mereka bisa mengaji al qur’an bersama,  duduk mengantuk bersama dan bisa khataman bersama,  itu adalah suatu kebanggaan yang luar biasa. 

Selamat broe… kalian udah khatam al qur’an… Sering,  sering dibaca yak al qur’anya. 

***

Keponakan kesayanganku udah bisa belajar berpuasa,  meski hanya puasa ‘mbedhog, alias puasa setengah hari.  Kalau terdengar adzan sholat dhuhur baru bisa makan. Ya,  meski kadang sak ‘karepe dewe, namun paling keponakan udah bisa mengenal dan berlatih untuk berpuasa.  

Meski kadang setelah besepeda mendekati kulkas dan langsung meminum es dingin, meski kadang pas ada makanan enak langsung saja mencicipi. Kadang juga kalau udah pas lapar,  bilang aja “Mak laper neh… Terus langsung buka puasa sendiri. 

Tak apa namanya juga latihan berpuasa, ada salah satu momen yang tak telupakan adalah ketika lagi asyik main sepeda di luar,  keponakan mendengar adzan langsung segera pulang,  siapin makan dan minum sendiri langsung berbuka sendiri…. 

***

Meskipun tak banyak yang datang untuk menyepi di dalam masjid, namun ada juga kok 1,2,3 orang yang tetap hadir. Dikala sepi melanda mereka tetap saja memaksakan diri untuk menghamba kepada Sang Pencipta.

Mereka mengesampingkan semua hambatan, dan asyik mengobrol dengan pemilik kehidupan ini. Jika ini dibilang “Cinta, saya menyebutnya. “#Cinta Sejati 

***

Bakda sholat subuh adalah waktu yang paling enak dan waktu ternyaman untuk melanjutkan tidur. Sangat menggoda sekali bisikan untuk tidur selepas sholat subuh.  Namun dalam keadaan itu, ada juga manusia yang memakasa dirinya untuk tidak tidur lansung selepas sholat subuh. Baginya adalah rugi besar jika selepas sholat subuh hanya digunakan untuk tidur.  

Bukan kan tidur sudah pernah dilakukan masak di bulan ramadhan juga tetap sama saja, amalan ramadhan bisa dimanfaatkan, mulai mengaji, membaca al qur’an, sholat subuh berjamaah putra, dan lainnya. 

***

Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar laa ilaahaillallahu allahuakbar  allahuakbar wa lillaahilhamd….  🙂

Terdengar semarak takbir menggema diseluruh menara pengeras masjid di se antero Jogjakarta. Terdengar saling bersautan, seperti memilih karyawan swasta. 

Terimakasih sudah memberikan kesempatan untuk bertemu denganmu. Maaf belum bisa mendampingi, melayanimu dengan sempurna. 

Namun insyaAllah dengan kemampuan yang ada semoga kami tak mengecewakannmu,  di lain waktu besok, insyaallah 🙂

#pernakpernikramadhan

#ramadhanpergi

Safari Ramadhan di Masjid Jogokaryan

Masjid yang menjadi salah satu kiblat percontohan manajemen masjid yang baik di Indonesia. 

Masjid yang selalu ramai dengan kegiatan majelis ilmu majelis taklim, datang silih berganti. Majelis taklim satu selesai,  lalu disusul dengan majelis lainnya. Terus dan terus seperti ini. 

Masjid yang bisa menyatukan beberapa mahzab,  bisa bareng dan akur sholat di masjid. 

Masjid yang mampu memikat beberapa golongan manusia. Mukai anak-anak, remaja, pemuda-pemudi, dan orangtua. 

Masjid yang penuh dengan keceriaan,  membuat para tamu betah untuk berlama-lama berada di area masjid. 

Ya, masjid itu adalah masjid Jogokaryan:)

A WordPress.com Website.

Up ↑