Masyaallah! Ada Pahala Besar Jika Mau Menjenguk Orang Sakit

​Assalamu’alaikum warah matullah wabarakaatuh. 

Semoga Allah ta’ala pada pagi hari ini memberikan rahmat ampunan dan hidayah bagi kita semuanya, umat muslim aamiin.

Sakit adalah salah satu kalimat yang mungkin ketika mendengarnya. Ada rasa serba tidak mengenakkan, karena ketika mendengar bayangan itu adalah bayangam tentang rumah sakit dengan beberapa pasien sedang terbaring dengan keadaan yang lemah. Seperti itulah, umumnya gambaran ketika mendengar kata sakit.
Namun, dalam hal ini saya ingin menyampaikan tentang salah satu perbuatan mulia, yang dianjurkan oleh baginda Rasulallah Muhammad sallahu’alaihi wa sallam berkaitan dengan sakit, yakni anjuran menjenguk orang sakit.

Dari Al Bara’ bin Azib radhiallahu’anhu, ia berkata,” Rasullullah memerintahkan kepada kami supaya menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendoakan orang yang bersin, melaksanakan sumpah, menolong orang yang dizholimi, memenuhi undangan, dan menyebarkan salam.

(Muttafaq’alaihi, dishahihkan oleh Al Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Muhammad sallahu’alaihi wa sallam bersabda,’ Jenguklah orang yang sakit, berilah makanan kepada orang yang lapar, dan bebaskanlah tawanan.” 

(Shahih: HR. Al Buhkari)
Masih banyak dalil dan anjuran tentang keutamaan menjenguk orang sakit selain 2 hadis yang disampaikan di atas.
Hal ini menunjukkan bahwa memang anjuran umat muslim ketika ada saudara, baik muslim atau non muslim sedang sakit sudah sepantasnya kita datang menjenguknya.

Selain bisa menambah silaturahim ikatan batin antara penjenguk dan orang yang sakit, tentu akan menambah empati diantara keduanya. Merekatkan silatirahim sehingga menjadi kokoh. 

Bukankan setiap muslim itu adalah saudara, satu muslim sakit muslim yang lain juga merasakan sakit.
Bagi si sakit juga akan mendapatkan motivasi dan semangat lagi sehingga mempeecepat untuk proses kesembuhan. Si sakit merasa diperhatikan dan merasa sangat terharu akan kerelaan penjenguk yang datang menjenguk dan mendoakannya. Dikala kesibukan dan aktifitas di luar sana yang tentu manusia mempunyai jadwal sendiri-sendiri. Nah, apalagi memang lokasi tempat si sakit dirawat yang sangat jauh.
Hati siapa yang tidak tersentuh, manakala di saat raga sakit lemah tak berdaya, dan tidak ada orang yang menjenguknya. Tiba-tiba ada sahabat lama datang menjengul dan mendoakannya. Pasti hati si sakit akan tersentuh, bahkan bisa saja air mata si sakit akan menetes akan kebaikan dari penjenguk.(Penulis, sudah pernah melihatnya)

Selain itu saudara muslim yang menjenguk saudara muslimnya yang sedang sakit maka ia senantiasa dalam ‘khurfah jannah hingga ia kembali. Apa itu ‘khurfah jannah? Rasulullah sallahu’alaihi wa sallam menjawab,’ 

Yaitu buah-buahannya yang tinggal dipetik saja di surga kelak (Shahih HR. Muslim)

Ada juga keutamaan lainnya yakni jika ada saudara muslim menjenguk saudara muslim di waktu pagi, niscaya ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai sore. Dan jika ia menjenguknya di waktu sore maka akan ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai pagi. 
(Hr. At Tirmidzi Hasan Shahih)

Masyaallah ,sungguh besar sekali keutamaan menjenuk saudara yang sakit. Tentu dengan penjelasan sedikit di atas semoga bagi khususnya ‘Tim Dansos GMMK’ untuk menjadikan lebih semangat dalam menjenguk orang sakit, mengajak kepada teman lain agar bisa mendapatkan kebaikan yang Allah janjikan. 

Bukankah jika mendapatkan kebaikan itu oranglain juga harus diajak. Begitulah luhurnya agama Islam mengajarkan kita untuk terus berdakwah, mengajak kebaikan lepada seluruh makhluk Allah.

So, selamat merenungkan dan semoga bermanfaat untuk kita,semua. Bagi yang sudah melakukannya mohon dijaga semangatnya dan distiqomahkan, lakukan terus menerus. Aamiin aamiin ya robbal’alamiin.

Wallahua’lam

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Advertisements

Injeh sampun kademen…

Tiba-tiba ada tukang jualan burjo alias bubir kacang ijo lewat depan kantor tempat kami bekerja. Lansung tiba-tiba teman kami inisiatif beli langsung, karena sudah pernah beli waktu dulu. “Yok, ayo dituku burjone, sela teman sekantorku.

Bergegas rekan kerjaku menghampiri bapak penjual burjo tersebut. Sambil nunggu pesanan yang dibeli terjadilah obrolan seperti ini.

” Pak, kok sampun balek? Tanya temanku.

“Iya mbak karena tadi kehujanan, mau pakai mantel keberatan dan besar, jadi ini njut mau pulang,” bapaknya menjawab.

“Namanya siapa pak? 

” Muji mbak, orang Jotawang,” sambil melayani pembeli juga dengan ramah menjawab pertanyaan dari pembeli.

“Dari jam berapa pak jualnya?”

“Dari jam 6 pagi, terus ini mau pulang.”

“Oh, ya pulang saja pak, kalau capek ya istirahat.” Pembeli itu mengucapkan kata-kata yang enak didengar.

***

Belilah karya oranglain disekitar kita, karena itulah sejatinya membantu mereka untuk bahagia, kenapa bahagia? 

Karena dagangannya bisa habis atau berkurang, dan jerih payahnya tertebus dengan receh yang didapatkannya.

Cinta seorang Ayah…

Waktu itu setelah pulang kerja, sekitar jam 22.00 di Jalan Parangtritis, ku jumpai pemandangan yang sangat luar biasa. 

Saya tiba-tiba memperhatikan ada seorang bapak tua, sambil menggunakan motor tua. Hanya memakai topi dan tak memakai jaket atau pakaian untuk menghangatkan badan. Mengingat malam itu memang dingin sekali. Sambil dengan sabar, menanti kedatangan anak ceweknya pulang kerja.

Memang anaknya pulang kerja pasti udah larut malam, singkat cerita bapak tua ini rela menunggu sang anak dengan pakaian ala kadarnya. Tanpa jaket, hanya kaos lengan panjang. Dengan topi khas warna item. Pak tua itu dengan sabar menunggu anak ceweknya pulang dari tempat kerjanya.

#inspirasi

Semoga dilancarkan Pak?

Setiap orang pada dasarnya diberikan keutamaan, keunggulan lebih dibanding dengan makhluk yang lain, manusia yang lain. 

Misalnya ada yang memang terlahir dalam kondisi yang sederhana, ekonomi dibilang pas-pasan. Namun masyaallah, anaknya diberikan kecerdasan dan sikap tata krama yang sangat santun.

Ada juga orang yang blas sama sekali tak sekolah, tak mendapatkan pendidikan hingga jenjang tingkat menengah, karena memutuskan untuk drop out. Namun, jangan salah orang itu ahli dalam membuat rumah, ahli dalam merancang bangunan. Masyaallah…

Seperti itulah, pada dasarnya setiap manusia pasti ada kekurangan dalam diri masing-masing. Namun, dibalik kekurangan itu Allah ta’ala sudah memberikan keunggulan khusus pada orang itu. Jadi dimana ada kekurangan dalam manusia pasti ada kelebihan juga pada manusia itu. Selalu berbaik sangka saja sama Allah.

***

Beliau adalah salah satu motivatorku di kampung. Motivator dalam menunaikan sholat berjamaah subuh di masjid. Tahu kan, kalau menunaikan sholat subuh beejamaah di masjid itu ujiannya luar biasa. Hawa dingin, rasa kantuk plus malas menjadi satu. Membuat tubuh ini terlena tertidur lelap dengan nyamannya.

Namun satu sisi kita juga tahu bahwa sholat subuh itu memiliki keistimewaan teesendiri. Seperti sholat subuh adalah sholat yang disaksikan oleh malaikat. Ada qobliyah subuh yang pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya. Masyaallah…

Nah, satu hal yang ingin saya tiru dalam kebiasaan beliau adalah beliau selalu menyempatkan sholat subuh secara berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan bukan hanya dalam hitungan hari, minggu, bulanan loh. Tapi ibadah sholat subuh berjamaah inj rutin loh bertahun tahun. Bahkan saya belum pernah beliau absen sholat subuh di masjid, luar biasa bukan. Lha kalau saya? #tepokjidat

Beliau entah hujan atau dingin pasti ada di masjid ketika sholat subuh ada. Saya terinspirasi sekali sama beliau yang semangat dalam memakmurkan masjid khususnya jamaah sholat di masjid. Orangnya sederhana, ada humoris dan sering menyapa saya ketika berada di masjid. Murah senyum dan santai đŸ™‚

Pagi kemaren, atas rahmat dan ijin Allah ta’ala beliau diberikan kesempatan untuk menunaikan ibada haji bersama adiknya. Terpancar raut suka cita dalam wajah beliau. Ada rasa haru dan sedih ketika beliau pamit, dan tak lupa saya salami beliau. Sosok orang yang patut ditiru tentang istiqomah dalam menjaga sholat subuh di masjid secara berjamaah.

Semoga dilancarkan dan diberikan pertolongan Allah ta’ala di sana ya pak, diberikan kesehatan dan lindungan dari Allah ta’ala. Semoga menjadi haji yang mabrur, bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat Kiringan.

Beliau adalah Bapak Suharlan, ketua Takmir Masjid Nurul Huda Kiringan.

#respect

A WordPress.com Website.

Up ↑