Malam Pentas Seni GMMK 2017

Kiringan4ever | Waktu menunjukkan pukul 20.00 wib, ada pemandangan yang berbeda di Lapangan Kebon Jati Kiringan. Sudah banyak adik-adik, bapak-bapak, ibu-ibu serta warga masyarakat dusun Kiringan lainnya yang sudah datang berbondong-bondong ke tempat itu. Sabtu, 26 Agustus 2017.

Mereka terlihat senang dan sumringah, karena malam itu diadakan Malam Pentas Seni GMMK di tahun 2017. Acara tersebut merupakan puncak dan akhir dari kegiatan rutin program dari GMMK.
Para tamu undangan mulai dari kepala dusun, tokoh ketua RT 01 sampai RT 05, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya pun ikut hadir pula. Sebagai undangan atas panitia malam pentas seni GMMK.

Continue reading “Malam Pentas Seni GMMK 2017”

Advertisements

Syawalan Warga Dusun Kiringan 1438 H oleh GMMK

Sabtu, 1 Juli 2017 Generasi Muda Mudi Kiringan menyelenggarakan syawalan warga dusun Kiringan di masjid Nurul Huda. Masjid kebanggaan dusun Kiringan.

Bakdha sholat isyak warga masyarakat antusias datang ke masjid. Ada yang bawa cucunya, ada yang bawa anaknya,  ada pula yang datang sendirian. Ada simbah-simbah, bapak,  ibu, muda-mudi, remaja semua datang ke masjid Nurul Huda. Ditambah dengan cuaca malam tadi sangat cerah dan nyaman. Listrik juga sangat bersahabat padam malam hari kemarin. #perfetto (sempurna)
Pada kesempatan ini tausyiah dibawakan dan disampiakan oleh beliau Bapak Drs. Sujadi. Beliau kebetulan juga menjabat sebagai Lurah Desa Kretek. Usut punya usut mengapa kok GMMK bisa merequest beliau, karena pernah suatu ketika pas menghadiri acara resepsi dari rekan KKN UPY dahulu, ada rekan GMMK yang memperhatikan dan suka dengan gaya dan materi yang disampaikan.
Nah, singkat cerita berdasarkan dari cerita tersebut jadilah malam kemarin beliau bapak Drs.Sujadi menyampaikan tausiyah untuk warga dusun Kiringan.  Tentu saja ini akan menambah ilmu dan pengetahuan warga dusun Kiringan.

Drs. Sujadi aka Lurah Kretek
Ketua GMMK aka Gus Nono

Pukul 20.45 wib alhamdulillah beliau sudah hadir di masjid Nurul Huda. Menggunakan peci songkok warna item, memakai sarung kotak-kotak, atasan mengenakan kemeja batik. Beliau memulai tausiahnya. Dengan gaya penuh semangat, ditambah dengan gaya humoris,  penyampaian materi yang sederhana dan runtut. Kadang juga diselingi dengan sholawat agar mengusir rasa kantuk yang melanda jamaah. 

Continue reading “Syawalan Warga Dusun Kiringan 1438 H oleh GMMK”

Sungguh sayang?

img-20160918-wa0002.jpg
Sisa makanan setelah selesai hajatan pernikahan

Saya tak tahu apa yang ada dalam benak mereka, dengan santai dan pedenya membiarkan sesuatu yang berharga itu dengan bangganya.

Bangga mungkin karena sudah terbiasa dengan jenis makanan serupa? Atau bangga karena bilang dalam hati, emooh (tak mau) aku ra ndoyan? Tak mau, saya tak suka, tak mau makan.

Hampir setiap ada hajatan besar entah itu acara pernikahan, acara jagongan di tempat kelahiran anak, bahkan di acara jangonan orang yang meninggal di tempatku.

Masih ada acara seperti makan yang di sediakan oleh pihak tuan rumah, maksudnya baik, tuan rumah ingin berbagi dan atas rasa syukur ingin berbagi dengan masyarakat sekitar. Sangat baik niatnya 🙂

Tetapi coba lihat, ketika ada acara seperti itu, apakah sisa makanan yang mereka lahap itu banyak atau hanya sedikit, sekedar 1, 2, 3 butir nasi?

Cobalah perhatikan wahai saudaraku!

Banyak atau sedikit sisa makanan yang baru tak selesai kita santap? Pantaskah makanan yang tinggal kita santap, diperlakukan seperti itu. Teronggok dicuekin dibiarkan sisa banyak!

Saya tak habis pikir mengapa juga mereka tak mau menghabiskan sisa makanan itu atau malu kah, gensikah?

#bullshit!

Ada saja berjuta alasan jika kamu mau menanyai beliau-beliau yang suka menyisakan sisa makanan yang banyak di meja piringnya.

Ada yang bilang ingin berbagi dengan semut, bilangnya biar semut dan serangga makan?

Helo… Jawaban alibi yang gak masuk. Akal, kalau mau kasih makan semut dan kawan kswan gak sebanyak itu kali.

2, 3, 5 butir nasi saja cukup. Lha ini, kadang bisa separoh malah?

Coba deh, mulai sekarang ketika makan apapun itu. Baik nasi, soto, bakso dan lainnya usahakan makan sampai habis. Kalau terpaksa ada sisa boleh asal sedikit saja. Kalau nasi 1 atau 2 butir.

Bijaklah dalam menghargai nasi terutama, kasihan mereka (nasi) itu yang sudah dicampakkan. Toh juga masih banyak di luar sana ada yang susah payah untuk sekedar mendapatkan nasi itu.

Bekerja banting tulang hanya untuk makan, mencari nasi. Kok kita hanya tinggal duduk santai makan, kok super tega tak menghabiskannya.

Kalau terpaksa tak suka dengan makanan, simpel tak usah menyentuhnya dan tak menyisakan makanan itu, simpel kan?

Ayok kita bangun rumah kita di surga, insya allah… :)

image

image

image

***

Membangun masjid, memakmurkan dan menyediakan untuk orang-orang shalat termasuk amal  yang  utama. Allah akan memberikan kepadanya pahala nan agung.

Ia termasuk shadaqah jariyah yang pahalanya berlanjut hingga seseorang telah meninggal dunia.

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّه
ِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ  (سورة التوبة: 18)

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah: 18)

Continue reading “Ayok kita bangun rumah kita di surga, insya allah… :)”

A WordPress.com Website.

Up ↑