Alasanku Ikut?

Tahun 2018, aku kembali memutuskan untuk mengikuti sebuah runtutan peristiwa seperti 2014 silam. Kala itu lokasi ada di Kabupaten Sleman, aku ikut prosesnya dari awal hingga proses pengerjaan soal Tes CPNS 2014.

Sekarang aku memutuskan untuk mencoba kembali mengikuti Tes CPNS Tahun 2018, memilih Jabatan Analis Diklat yang diselenggarakan KemenristekDikti. Berawal dari informasi teman sewaktu kuliah dahulu. Aslinya, aku sudah nyaman bekerja di tempat kerja saat ini.

Tempatnya nyaman, karyawannya menyenangkan, bisa diajak kerjasama, ya humoris ya religius komplit. Ditambah dengan nominal rupiah yang sangat lumayan. Pekerjaannya bisa dibilang enak karena tidak harus memeras keringat dan tenaga, namun kejar target tetap ada. Lokasi di perkotaan Jogja, serta dekat dengan masjid, sehingga ketika adzan berkumandang bisa segera untuk sholat berjamaah di masjid. Ini jujur kebahagiaan yang tiada terkira.

Namun, sejatinya adalah alasan pulang kerja yakni jam 17.00 WIB dari kantor. Sehingga, rata-rata maghrib saya di tengah perjalanan. Pulang sampai rumah malam hari, kecuali hari Sabtu, karena pulang jam 13.00 WIB. Sudah sangat nyaman aku bersyukur sekali akan hal itu.

Namun, makin ke sini setelah ikut aktif di salah satu organisasi Islam aku pun punya suatu pemikiran. Coba kalau aku punya waktu yang lebih banyak, tentu bisa lebih bermanfaat untuk hal agama khususnya agama Islam. Ada yang kurang, setelah saya pikir-pikir.

Coba kalau misalnya saya pulang jam 15.00 WIB, tentu lebih banyak waktu saya untuk mengabdi dan berjuang dalam agama Islam, entah hanya sekedar bisa mengajar iqro’ selepas sholat maghrib di kampung. Bermain dan belajar mengaji, mengenal kembali huruf Alif dan Ba lagi. Sambil berkenalan dengan adik-adik kecil, atau ibu-ibu dan bapak yang meski usia sudah lanjut namun tetap semangat dalam belajar membaca iqro’.

Aku juga punya waktu ketika ada acara keagamaan seperti membantu menyebrangkan adik-adik sekolah dasar, menjadi tim keamanan mereka ketika melakukan outbond tapi, suatu tempat. Jujur, selama ini belum bisa membantu banyak jika ada permintaan untuk membantunya. Ini yang aku pikirkan. Kadang hati ini merasa bersalah, ya Allah kali saja aku masih punya waktu tentu aku bantu, namun ya bagaimana lagi masih terikat waktu dengan pekerjaan. Belum lagi nanti kegiatan organisasi dirumah ketika, dimintai bantuan. Jujur, aku selalu mengusahakan ketika ada orang yang meminta bantuan, selama aku bisa mau tak penuhi permintaan itu. Menolong tanpa tapi, itu ingin menjadi prinsipku. Selama tidak bertentangan insyaallah, siap membantu.
_
Untuk itu aku memutuskan untuk ikut tes CPNS 2018, Jabatan Analis Diklat KemenristekDikti karena sesuai dengan jurusan Manajemen. Aku senang karena masih berhubunga dengan mengatur orang memanajemen orang itulah keahlianku.

Semoga kelak ketika bisa di terima menjadi PNS di UGM, sehingga bisa pulang sebelum jam 15.00 WIB, bisa mengajar iqro’ selepas bakda maghrib, bisa menyebrangkan adik-adik sekolah dasar di jalan, bisa membantu kegiatan kampung dan kegiatan agama lainnya. Serta hari Sabtu, libur sehingga dimanfaatkan untuk keluarga tercinta di rumah.

Malam ini, 28 Oktober 2018, bertepatan peringatan Sumpah Pemuda, aku duduk di pojok Panggung Dimas Tejo Lapangan Canden. Masih menunggu pengumuman lolosnya administratif dari KemenristekDikti.
_

Ya, semoga Allah ta’ala pilihkan yang terbaik untuk aku, agama dan karirku…aamiin aamiin aamiin ya robbal’alamiin 🙂

Advertisements

Biasa Saja?

Ketika ada artist terkenal lewat depanku, di saat banyak orang mengeluarkan smartphone untuk minta selfie, wefie, story instagram, apalah itu bentuknya. Namun, aku biasa saja… Hanya sesekali lihat dan ‘oh dia seperti itu kalau dilihat dari dekat, jarang saya mengeluarkan smartphone untuk mengambil foto, apalagi berdua.

Ketika ada suatu kajian taklim, tabligh akbar, aku gak terlalu repot dengan mengambil video. Merekam video dari awal hingga akhir, sampai kadang malah gak paham dengan yang disampaikan ustad. Hanya mengejar postingan di medsos. Gak, saya gak terlalu mengejar itu semua. Cukup ambil beberapa momentum foto yang bagus dan menulis dalam sebuah catatan. Terus diposting lewat blog, saya lebih suka menulis daripada membuat video, lebih puas saja. Apalagi memaksa untuk bisa duduk sedekat mungkin dengan ustad, gak gak banget!

Luruskan niat dan luruskan niat, jangan sampai niat mulia itu berkurang karena ada motif tersembunyi lainnya.

Aku juga jarang foto selfie, karena yang memang tidak suka saja. Apalagi pamer di media sosial, tiap menit, tiap jam ganti profile picture. Boleh-boleh saja, namun aku gak nyaman aja 🙂

Baksos Bersama oleh PRM Canden, Puskesmas Kasihan II, Jama’ah Al-Ijtihad Gadungan dan Jama’ah Al-Falah Sraten

Kulonprogo | Pimpinan Ranting Muhammadiyah Canden, pada tanggal 20 Muharram 1440 H bertepatan dengan 30 September 2018 mengadakan bakti sosial di Ma’had Tahfizhul Quran Askar Kauny Kulonprogo. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Jama’ah Al Falah Dusun Sraten Canden Jetis Bantul, Jama’ah Al Ijtihad Gadungan, Puskesmas Kasihan II bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah Canden. Ratusan rombongan ikut hadir dalam kegiatan bakti sosial, bazar pakaian dan sembako murah, pemeriksaan pengobatan, serta pengajian ruhani untuk para jamaah.

Ma’had Tahfizhul Quran Askar Kauny beralamatkan di Padukuhan VIII Banaran RT.30 RW.15 Banaran, Galur, Kulon Progo, D.I Yogyakarta. Diterima langsung oleh pengasuh tempat penghafal al qur’an yakni ustad Nunu Nurrohim Al Muhajir. Menggunakan peci warna hitam di atas kepalanya, dikombinasikan baju koko warna abu-abu plus sarung warna orange begitulah penampilan sederhananya. Sangat ramah sekali dalam menerima rombongan sesekali melempar senyum kepada para jamaah.

Continue reading “Baksos Bersama oleh PRM Canden, Puskesmas Kasihan II, Jama’ah Al-Ijtihad Gadungan dan Jama’ah Al-Falah Sraten”

Pesan Buku : Karena Tuhan Tidak Tidur

Alhamdulillahirobbil’alamiin, akhirnya buku antologi pertama karya saya terbit juga. Seperti tidak menyangka blas bisa terbitkan buku ini. Berawal dari sebuah ajakan untuk bercerita terus selama 30 Hari Bercerita. Mengenal teman-teman di dumay yang mempunyai hobi sama, yakni menuangkan ide lewat kombinasi tuts dan perpaduan huruf, menyusun kata per kata hingga menjadi kalimat.

Akhirnya buku antologi pertama saya ” Karena Tuhan Tidak Tidur” bisa diterbitkan, terimakasih atas ajakan dan kerjasama, support dari rekan 30HariBercerita hinggabisa mengenal, dan ikut dalam projek ini, kalian semua keren dah 🙂
_

Ada 49 cerita nyata dari rekan saya yang insyaallah memberi inspirasi “kehidupan nyata”. Seakan bilang bahwa, jangan menyerah kawan, ada Allah ta’ala yang siap membantu masalahmu. Masalahmu itu gak ada apa-apanya dihadapan Sang Khaliq.

___

Continue reading “Pesan Buku : Karena Tuhan Tidak Tidur”

Membaca itu apa Penting?

Budaya yang ‘Hilang

Khalayak orang di muka bumi ini mayoritas sependapat dengan istilah ‘ Membaca buku itu sama dengan membaca dunia. buku itu jendela Dunia, barang siapa membaca buku sama berarti dengan membaca dunia. Bahkan tidak heran jargon ajaib itu sering ditemukan di ruang sekolah dasar ditulis ditempel dengan tulisan yang menakjubkan?

Membaca itu tentu ada hubungannya dengan Islam, kita tahu bahwa wahyu kali pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wa sallam adalah ‘iqra‘ artinya bacalah. Diulangi sampai tiga kali, Iqraiqraiqra‘ bacalah bacalah bacalah!

Continue reading “Membaca itu apa Penting?”

A WordPress.com Website.

Up ↑