Bagaimana Membangun Militansi Berjamaah oleh Ust. Drs. H. Purwono, MA

Keberhasilan Muhammadiyah diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat bertahan lebih dari 1 abad
  2. dan tak ada konflik
  3. Ajarannya pembaharuan/ purifikasi
  4. Ide pembaharuan terwujud nyata dan membumi
  5. Konsisten (apalagi dalam politik)
  6. Sistem organisasi berjalan, Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar
  7. Memiliki amal usaha terbesar di dunia (asset tunggal) dikuasai Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bukan keluarga
  8. Pimpinan organisasinya relatif ikhlas dan bersih

_

Membangun: merekonstruksi kembali untuk penguatan gerakan Muhammadiyah, melalui pemantapan peningkatan dan pengembangan

Survey MPK (Majelis Pimpinan Kaderisasi) di Bantul mengemukakan fenomena unik yang terjadi:

1. Pengetahuan agama tinggi, akan tetapi pengamalan agamanya rendah

Pintar tetapi tidak alim) sebagai aktivis lebih baik mengamalkan agama, seperti amalkan sholat berjamaah di masjid tepat waktu untuk laki-laki, puasa Senin-Kamis, bersedekah.

2. Sekedar menggugurkan wajib, kurang mengamalkan sunnah.

Banyak sekarang yang sholat itu hanya dipakai untuk menggugurkan kewajiban, tanpa paham akan makna yang terkandung di dalamnya. Punya banyak harta namun masih belum mau untuk bersedekah.

Problem idiologis:
1. Tidak kurang dipahaminya misi dan visi gerakan
2. Lemahnya identitas kelompok

Problem organisasinya:
1. Lemah strategi gerakan perjuangan
2. Iso mlaku neng ora iso baris, 7 ortom berjalan sendiri-sendiri. Coba bayangkan jika dalam suatu acara di dukung dan diramaikan oleh semua ortom itu, waw pasti luar biasa itu semangatnya. Misal pengajian Kramat Bantul ini.

Problem kepemimpinan
1. Lemahnya fanatisme
2. Lemahnya komitmen, visi dan pengabdian anggota / pimpinan neng Muhammadiyah entuk opo? Wani piro?

Sekarang ada juga yang merasa jika aktif di organisasi gak mendapat apa-apa. Pemahaman ini perlu di luruskan dan dibenarkan.

Saat ini di Bantul, majelis yang berjalan dan bisa dibilang sukses adalah:

Majelis tabligh sakinah
Majelis tarjih
Majelis pimpinan kaderisasi

Problematika gerakan Muhammadiyah

1. Membanggakan masa lalu. Masih saja ada sikap berbangga berlebihan akan kebesaran Muhammadiyah.

2. Tidak belum mau melakukan perubahan
Masih banyak para pejuang di Muhammadiyah baik kepala sekolah, pimpinan AUM yang sudah berusia lanjut, belum ada regenerasi.

3. Dikelola dengan setengah hati,

Problem guru dan karyawan
*komitmen masih rendah
*mengeluhkan honorarium yang kecil
*keiklasannya diragukan,

Problem AMM di Bantul:

  • Takut IP nya rendah kuliah gak selesai-selesai
  • Takut nikahnya telat
  • Takut tidak dapat pekerjaan
  • Menggerakkan Muhammadiyah

Faktor pelemah militansi dan komitmen

1. Egoisme
2. Konflik internal
3. Menguatnya budaya inderawi, berorientasi pada materi/uang, kesenangan duniawi, pragmatisme, oportunisme

Entok e opo nek, saya ceramah? Tabu dalam keluarga jika masih membicarakan hal ini dalam keluarga. Ingat perjuangan ingat tujuan Muhammadiyah ketika kali pertama didirikan?

Qs.Annisa: 34

Nek turah simpan nek kurang bilang, itulah jika Beliau mengatur keuangan untuk istrinya dalam berkeluarga. Jadi di gerakan Muhammadiyah jangan apa-apa dinilai dengan uang

4. Melemahnya ruh keikhlasan penghidmatan, dan jihad fisabilillah.

Strateginya meneguhkan militansi dikalangan AMM Bantul

Ditambah lagi dengan menggerakkan lagi,

Maka sholat berjamaah yuk ke masjid 🙂 terutama untuk kaum laki-laki. Boleh untuk perempuan dan tidak dilarang, namun lebih baik di rumah

Perjalanan ke masjid

Perjalanan yang paling berat adalah perjalanan ke masjid karena para konglumerat para hartawan tak banyak yang melakukannya

Bila sejak kecil engkau sudah terbiasa ke masjid maka kelak Engkau akan terbiasa mendatanginya. Tak ada yang kami banggakan selain perjalanan ke masjid sholat berjamaah.

Perjalanan mencintai Rabbmu, perjalanan itu adalah perjalanan ke masjid.

(Pertanyaan)

Bagaimana agar aktivis bisa mencintai dunia membaca buku, atau literasi?

(Jawaban)

Pada awalnya adalah memaksa diri sendiri untuk bisa membaca, target sehari bisa membaca buku berapa? Mau tidur membaca buku, bisa buku agama Al qur’an, setelah sholat subuh membaca, terus lakukan seperti itu.

Gurunda Dr. Haedar Nashir pun melakukannya, yakni gemar membaca dan juga gemar menulis.

So, ayo kita jaga dengan sholat berjamaah di masjid dan memaksa diri untuk membaca buku setiap hsri. Mencintai membaca buku agama lebih-lebih Al Qur’an.
Membaca,20 menit, dipaksa dahulu agar bisa membaca.

Wallahua’lam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: