Sebuah Janji

“Nak, Bapak sudah berjanji kepada simbah kakungmu dulu. Bapak masih ingat betul janji yang pernah diucapkan mulut yang banyak dosa ini.”

Waktu itu sore hari hujan juga pas deras-derasnya seperti ini. Berada di ruang tamu, disaksikan oleh simbah putri, pamanmu dan ibukmu. Mereka sedang duduk disamping kanan dan kiri Bapak. Mereka memandangi Bapak dengan penuh seksama dan serius tatapan matanya. Menunggu suara yang nantinya Bapak keluarkan.

Simbah kakung, waktu itu sedang duduk di kursi panjang anyaman dari bambu dan rotan. Di bawah lampu petromak yang usang menerangi hari yang kian gelap. Angin pun berdesir masuk ke area ruang tamu, menambah suasana semakin dingin lagi mencekam.

Bapak kala itu duduk berhadapan dengan simbah kakungmu.

“Insyaallah, saya siap menjadi Bapak dan kepala keluarga yang baik, memberikan nafkah buat putri Bapak yang terbaik, dan menjaga dan melindungi putri Bapak sebaik mungkin, dan tidak akan pernah lari meninggalkan putri Bapak jika ada sesuatu masalah yang melanda keluarga ini kelak.”

“Saya, mungkin tak bisa memberikan materi yang berlimpah. Bisa menjanjikan punya mobil, punya rumah, punya tabungan yang banyak. Saya, tak bisa jamin itu semua Bapak.”

“Namun, insyaallah saya berjanji akan menjadi suami yang terbaik dan bertanggung jawab seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wa sallam, itu janji saya kepada Bapak.”

#sebuahjanji
#hanyailustrasi
#promise

Advertisements

About Dipa

Manusia biasa menyukai dunia fotografi dan tulis menulis
This entry was posted in Feature and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s