Muzammil Hasballah di Masjid Nurul Ashri Deresan Jogjakarta

 

Bisa dibayangkan bukan, kalau kita bertemu dengan sosok idola di dunia maya, lalu pada kesempatan waktu dipertemukan di suatu tempat. Sosok idola yang sangat menginspirasinya, dilihat dan diteladani perbuatan positifnya, lalu kita bisa bertemu secara langsung.
Begitulah perasaanku, waktu itu ketika bisa bertemu dengan salah satu idolaku. Muzammil Hasballah, pemilik suara merdu dan hafidz qur’an. Alhamdulillah…

Kesempatan emas itu adalah di hari Ahad, 30 Oktober 2016 bertempat di masjid Nurul Ashri Deresan Jogjakarta. Membicarakan tema kekinian ‘my quran my style.

Bertempat di masjid Nurul Ashri Deresan Jogja dengan memakai baju flanel kotak warna coklat, sorban khasnya di lehernya dan celana jeans warna hitam. Tak lupa topi warna hitam dipakainya, sangat nyentrik dan sangat mewakili anak muda di era sekarang.

Tak seorangpun akan tahu kalau orang awam mengira sama dengan pemuda pada umumnya. Pasti banyak mengira orang itu ya, orang biasa- biasa saja. Nothing special man?



Namun, jangan salah ketika pemuda kelahiran Sigli Aceh 21 September 1993 ini melantunkan ayat suci al qur’an. Siap-siap anda akan terpesona dengan suara merdunya. Suara khas yang merdu mirip dengan suara qari’ dari kawasan timur tengah.
Diawali dengan Muzammil Hasballah bercerita singkat tentang namanya yakni Muzammil artinya orang-orang yang berteman, kalo muzzammil adalah orang-orang yang berselimut.

Kemudian Hasballah adalah nama mendiang ayahnya.
Bang Muzammil pada mulanya tertarik dengan Al qur’an sejak usia 3 tahun. Kemudian usia 5 tahun masuk di TPA di daerah sana.

Muzammil kecil terinspirasi minat untuk menirukan suara qari’ yang sering diputar di pengeras suara di masjid-masjid Sigli Aceh. Kebiasaan yang sering dilakukan pada masyarakat Sigli di sana.
Kemudian bang Muzammil ini mulai mendalami serius al qur’an semenjak SMP dan masuk rumah tahfidz al qur’an.

Lebih fokus dalam menghapal al qur’an.
Lalu pada suatu waktu bang Muzammil bimbang antara tetap berada di Sigli atau pindah ke Banda Aceh untuk keperluan studi. Kemudian ada pesan dari uminya yang sangat menyentuh.

 

 

 

Muzammil hijrah saja, tapi jangan tinggalkan Al qur’an.


Pesan ini sederhana namun sarat akan makna. Apapun pilihan dari sang anak sang ibu tetap merestui, asalkan ingat pesannya. Jangan tinggalkan al qur’an. Luar biasa!
Tahun 2015 lulus dari ITB dan dari sanalah beliau mengenal dengan guru-guru idolanya. Ada Syekh Biyadi dari Yaman yang begitu puny a keistimewaan. Dan Syekh Teuku Hanan. Dua orang syekh inilah yang menginspirasi beliau di lingkungan kampus ITB.
Bang Muzammil juga aktif dalam Gerakan Pemuda Hijrah di Bandung san. Beliau bisa mengatur waktu antara ibadah dan kerja. Kebetulan juga tempat kerja beliau di lingkungan dekat masjid markas Gerakan Pemuda Hijrah. Jadi cocok dah, tempat kerjanya di sana, basecamp Gerakan Pemuda Hijrah juga di sana.
Tak ada waktu nya yang di sia-siakannya, disela,waktu senggangnya beliau slalu menyempatkan untuk murojaah pelajari al qur’an setiap hari. Tantangan untuk para hafidz qur’an adalah menjaga hafalannya. Ini lebih sulit dan tentu harus istiqomah. Dilakukan terus menerus.
Ada kalimat yang saya ingat betul dari beliau,
Saya sama seperti kalian, jangan dikira saya itu selalu yang terbaik tak jauh dari maksiat.

Manusia keturunan bani Adam pada hakikatnya tak luput dari dosa, tak bisa terhindar dari perbuatan dosa (maksum) seperti halnya para nabi Allah, hanya saja ketika melakukan dosa, kita wajib segera menyadari dan istighfar mohon ampun kepada Allah ta’ala…
Iman dan taqwa manusia itu naik turun, itu wajar yang terpenting ketika iman sedang turun segera disadari dan cari sesuatu yang bisa menabah imannya naik lagi.
Bisa datang ke kajian islam atau datang ke masjid ikut pengajian. Intinya lakukan kegiatan positif agar menambah ilmu agama islam. Jangan biarkan iman kita turun terus menerus dan jauhi hal-hal yang maksiat.
Kita harus meluangkan waktu untuk al qur’an jangan kebalik kita ingat al qur’an kalau ada waktu. Kita menyempatkan waktu untuk ingat al qur’an maka dengan sendirinya Allah akan memberkahi waktu yang kita jalani.

Lakukan hal-hal agar kita betah lama-lama berinteraksi dengan al qur’an.
Bisa dengan menghapalkannya, mentadabburinya dan mempelajari arti dan kandungannya. Melagukan al qur’an agar pesannya bisa menyentuh masuk ke dalam hati kita.

Ketika kita berada jauh terpisah dengan orangtua, harus menyediakan waktu minimal seminggu sekali untuk sekedar menelpon orangtua. Kita yang harus meluangkan waktu untuk kasih kabar, karena orangtua khawatir kalau pas menelepon takutnya mengganggu kegiatan anaknya.

 

 

 

Semoga para penghapal qur’an indyaAllah di akherat kelak ditempatkan dengan para keluarga Allah, aamiin ya robbal ‘alamiin… 🙂

 

 

Advertisements

One thought on “Muzammil Hasballah di Masjid Nurul Ashri Deresan Jogjakarta

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

A WordPress.com Website.

Up ↑

%d bloggers like this: