Insyaallah semoga Kita termasuk diantaranya :)

Advertisements
Posted in Pesan dalam gambar | Tagged , , | Leave a comment

Apa itu Jahiliyah Modern?

Jahiliyah identik dengan kebiasaan masyarakat Arab sebelum masa kedatangan Rasulullah. Qs. Ali Imron: 154 Prasangka

Continue reading

Posted in Majelis Taklim | Tagged , | Leave a comment

Kapan ‘Nasrullah itu datang?

Perang Khandak adalah salah satu perang dalam Islam yang sangat berat. Membuat parit sepanjang 6 meter sedalam 3 meter untuk menghadapi musuh 10.000 pasukan.

Sangat tidak berimbang jika dilihat dari jumlah pasukan muslim dengan pasukan kafir. Namun, di sinilah ‘nasrullah atau pertolongan Allah ta’ala itu di datangkan.

Continue reading

Posted in Majelis Taklim | Tagged , | Leave a comment

Memang

Posted in Feature | Tagged , | Leave a comment

Sebuah Janji

“Nak, Bapak sudah berjanji kepada simbah kakungmu dulu. Bapak masih ingat betul janji yang pernah diucapkan mulut yang banyak dosa ini.”

Waktu itu sore hari hujan juga pas deras-derasnya seperti ini. Berada di ruang tamu, disaksikan oleh simbah putri, pamanmu dan ibukmu. Mereka sedang duduk disamping kanan dan kiri Bapak. Mereka memandangi Bapak dengan penuh seksama dan serius tatapan matanya. Menunggu suara yang nantinya Bapak keluarkan.

Simbah kakung, waktu itu sedang duduk di kursi panjang anyaman dari bambu dan rotan. Di bawah lampu petromak yang usang menerangi hari yang kian gelap. Angin pun berdesir masuk ke area ruang tamu, menambah suasana semakin dingin lagi mencekam.

Bapak kala itu duduk berhadapan dengan simbah kakungmu.

“Insyaallah, saya siap menjadi Bapak dan kepala keluarga yang baik, memberikan nafkah buat putri Bapak yang terbaik, dan menjaga dan melindungi putri Bapak sebaik mungkin, dan tidak akan pernah lari meninggalkan putri Bapak jika ada sesuatu masalah yang melanda keluarga ini kelak.”

“Saya, mungkin tak bisa memberikan materi yang berlimpah. Bisa menjanjikan punya mobil, punya rumah, punya tabungan yang banyak. Saya, tak bisa jamin itu semua Bapak.”

“Namun, insyaallah saya berjanji akan menjadi suami yang terbaik dan bertanggung jawab seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wa sallam, itu janji saya kepada Bapak.”

#sebuahjanji
#hanyailustrasi
#promise

Posted in Feature | Tagged , | Leave a comment

Sabtu?

Kemarin adalah Sabtu kelabu bagi pemuda itu…[10 Februari 2018]

~dipa

Posted in Feature | Leave a comment

Kalimat nan Indah itu adalah…

Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami.

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja,

Posted in Majelis Taklim | Tagged , , | Leave a comment

Purifikasi dan Dinamisasi Muhammadiyah oleh Irfan Nuruddin, M.Si

Oleh Irfan Nuruddin, M.Si Ketua LP2 PWM DIY

Agenda besar tajdid: pembaharuan, disiapkan untuk menjadi kader pembaharu

Orang terdahulu: pemahamannya adalah umat terbaik, di masa lalu pakai sistem yang lalu, dan terjadi masa itu. Islam yang paling baik ya mengikuti masa lalu.

Ada yang mengatakan Islam Nusantara, tak harus seperti dan menggunakan metode masa lalu, Islam Nusantara ambil islam sesuaikan dengan Nusantara. Membanca al qir’an dengan langgam Jawa, adzan dengan logat suara mocopat dan lainnya.

Tadjid adalah Islam yang pembaharuan, fikih air, fikih media sosial, memunculkan agenda kalender hijriah, muhammadiyah itu progessif menyonsong problem di masa depan.

Purifikasi: memurnikan kembali, karena muhammadiyah itu ajaran Islam yqng diterima orang itu udah tercemar, udah ditambah-tambahkan. Perlu ada gerakan, itu memurnikan kembali.

Ilustrasi bakso, memilah mana unsur yang asli mana yang perlu dihilangkan, diambil lalu dibuang.

Islam yang asli dari Rasulullah langsung.

Yang dimurnikan, masalah (aqidah). Ada kasus gantung diri, malamnya untuk gantung diri, trus gak dipakai. Dengan alasan takut arwah gentanyangan, cicak jatuh, kucing mati,

Moderat (ibadah: asli itu ikut nabi saja, puasa senin kamis, puasa mutih, puasa ngebleng, tujuh hari tujuh malang, puasa,pati geni,

Biar ibadah kita itu murni, rukun nikah, 5syarat + 1 penambahan penambahan,

Konsep tahlil menurut muhammadiyah, biar ibadah itu murni

Tidak ada pembaharuan di dalam aqidah dan ibadah

Dinamisasi: artinya mengembangkan menyesuaikan zaman,

Yakti tentang mu’amalah dunyayah: sesuatu yang tidak menjadi urusan nabi, contoh: sepakbola, laptop rusak tanya teknisi

Urusan seni itu berkembang, untuk menentukan urusan

Kamar ibadah : hak nabi, kewenangan nabi, lakukan apa adanya, semua terlarang kecuali ada perintah, ta’abudi (tunduk dan patuh)

Muamalah: urusannya hak umat nabi, lahan kreatifitas, semuanya boleh kecuali ada larangan, ta’aquli ( hukum tergantung ilat: main pingpong yg kalah traktir)

Ibadah: sholat, puasa, haji, qurban

Muamalah: patung,gambar, musik, jenggot

Bayani: menentukan benar tidaknya itu secara nash,
Kawan kawan salafi, itu pilihan,

Burhani: dipakai akal kesehatan, duduk nongkrong : karena ada budak, burhani kalau kuat itu nanti bisa jadi liberal,

Irani: berdasarkan rasanya, merasa nyaman,

Muhammadiyah itu seimbang antar ke tiga kunci pokok ya dari 3 pokok di atas 🙂

Posted in Majelis Taklim | Leave a comment

Pengajian Ahad Pagi dan Tadabur Alam PRM Canden di Pantai Baru Bantul

Bantul | Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta’ala pada Ahad, 4 Februari 2018 Keluarga Besar PRM Canden serta Jamaah Pengajian Ahad Pagi Mushola Al Ijtihad Gadungan Pasar, Canden, Jetis, Bantul melakukan pengajian dan tadabur alam ke Pantai Baru Srandakan Bantul.

Dibuka dan dilepas di depan halaman mushola Al Ijtihad oleh Bapak Suyadi, selaku ketua koordinator acara Pengajian Ahad Pagi dan Tadabur Alam ke Pantai Baru. Banyak anggota keluarga baik dari PRM Canden dan Jamaah Ahad Pagi Mushola Al Ijtihad yang ikut. Ada total 87 orang yang ikut dalam kegiatan tersebut menggunakan transportasi sebanyak 14 mobil.

Sekitar pukul 06.30 WIB para jamaah sudah mulai datang untuk persiapan keberangkatan. Lalu jamaah mulai berangkat sekitar jam 07.30 WIB. Menggunakan rute melewati Pasar Pundong urus ke arah barat. Sampai pertigaan arah Jalan Parangtritis belok kiri. Msih lurus dan melewati Perempatan Paker, belok ke arah kanan lurus saja sampai melewati pertigaan jalan Samas. Segera belok kiri dan lurus ke arah selatan mengikuti arah ada jembatan merah segera ambil ke kanan, dah ikuti jalan saja. Entar juga sampai wahaha 🙂

Bertempat di Masjid AN Najah masjid kebanggaan Wisata Pantai Baru Srandakan, bangunan kokoh nan berwarna biru sejuk dan adem akan terasa jika memasuki rumah Allah tersebut. Masjidnya bersih dan terawat tidak seperti masjid di daerah pesisir pantai pada umumnya. Tempat wudu bersih kamar mandi bersih semuanya bersih, saya suka itu.

Selaku pembawa acara beliau adalah Bapak Wahid dari Gadungan Pasar dan pemberi tausyiah adalah Bapak Adam. Singkat cerita antara Pak Wahid dan Pak Adam kedua insan ini bersahabat, dan acara tadabur alam ini bisa terlaksana juga tidak lepas dari peran keduanya.

1

Pak Adam memberikan tausyiah tentang sikap bersyukur kepada Allah baik nikmat. Menjaga agar penyakit lahir batin itu jangan sampai masuk ke dalam tubuh kita. Segala sesuatu yang sudah Allah berikan itu harus disyukuri, jika kita bersyukur maka akan ditambah oleh Allah, sebaliknya jika kita kufur makan adzab Allah sunguh sangat pedih.

Ada fenomena menarik dari seorang guru honorer yang mengajar muridnya, karena ketika sedang pelajaran murid tertidur. Ditegur oleh gurunya, dengan mencore pipi sang murid. Wajarlah karena ketika sedang diajar oleh guru, ada murid tertidur wajar kan jika ditegur. Sungguh ini adalah kejadian yang sangat disayangkan, kok bisa ya murid yo bisa berbuat sedemikian sehingga nyawa guru bisa melayang. Naudzubillah hi mindzalik

Mari bersama-sama mensucikan dari segala sesuatu, sesuatu yang bisa mengurangi pahala dan iman ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin ya robbal’alamiin

Setelah itu jamaah segera berbaur dengan alam sekitar, acara santai dan happy. Ada yang main motor ATV, ada juga yang duduk berdiri di bibir pantai melihat laut lepas nan nuas.Ada juga yang hanya duduk di dibibir pantai melihat orang lain sedang bermain ombak di tepi pantai. Ada juga yang melakukan pencitraan dengan ambil foto sebanyak-banyaknya untuk profile picture di media sosia.  Haha tak apayang penting happy.

Selanjutnya adalah makan bersama dengan ikan bakar khas Pantai Baru di warung yang dikelola oleh Pak Adam. Segera ambi posisi dan antri untuk mengambil makanan, ikan cakalang bakar dengan nasi hangat plus sambel dan lalapan menambah nikmatnya persaudaraan keluarga PRM Canden ini.

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang Engkau dustakan.

Setelah makan selesai, acara selanjutnya adala pulang bersama. Semoga dengan kegiatan ini jalinan ukhuwah islamiyah keluarga besar PRM Canden semakin solid dan bisa tetap kokoh untuk menebar amar ma’ruf nahi munkar di area Canden dan sekitarnya.

Jazakallahu khairan katsira untuk semua pihak yang sudah mensukseskan acara Ahad pagi kemarin, untuk Pak Suyadi terimakasih atas segala fasiitasnya semoga Allah berkenan melimpahkan riski untuk Pak Suyadi dan keluarga, aamiin aamiin ya robbal’alamiin. Fastabiqul khairat, PRM Canden Jaya! Allahuakbar!

 

 

Posted in Feature | Leave a comment

‘Mereka yang Strong’


Yap, malam ini saya bercerita bukan tentang gerhana bulan. Saya punya cerita yang patut untuk diceritakan.
.
Akhir 31 Januari 2018 tempat kerja dikasih hadiah oleh PLN, dengan bergilirnya listrik padam. Tak tanggung-tanggung dari mulai jam sekitar 10 pagi sampai jam 5 sore.
.
Yap, sementara transaksi akhir bulan luar biasa, sementara semua manusia di kantor sudah ‘lovedeath dengan perangkat yang harus pakai ‘listrik. So, bisa dibayangkan saja. Banyak transaksi, banyak pembeli, udara cukup ‘hot dan ditambah perangkat komputer untuk pembukuan matot alias mati total.

Terimakasih PLN 🙂
~~~
Karena setiap sedotan teh hangat itu punya kisah tersendiri. Sebelumnya teh dalam wadah mika ini penuh. Namun, perlahan ketika diminum perlahan dengan sedotan lama, kelamaan juga tinggal sedikit
~~~
Sedotan pertama adalah untuk Ibu Menteri Keuangan. Meski jelas terlihat capek, ngantuk dan ingin segera pulang. Dia tetap saja ‘berkencan dengan layar monitor hitam persegi panjang.

Bermain intim dengan tulisan dan angka. Tidak lupa di atas meja ada ‘kalkulator yang siap membantu hitungan angka yang dijumlahkan. Ini adalah tentang ‘loyalitas dan tanggung jawab.

Ketika suaminya datang pun, mau gak mau terpaksa dicuekin, dengan sekali senyum dan perlahan dia seperti bilang ,’ “Sebentar ya, Mas tunggu sebentar ini masih menyelesaikan pekerjaan.”
~~~
Sedotan yang kedua untuk Ibu Menteri Perdagangan. Dengan segala raut wajah dan pikiran serba ingin pulang, malam tadi harus rela pulang setelah jam 5 sore. Biasanya sebelum jam itu sudah menjadi orang nomor 1 untuk absen pulang.

Dia sedang asyik merekap, memilah lembar kertas yang ada tulisan ‘dokter ada juga yang tulisannya kecil. Dipilihnya, dikasih tanda merah menggunakan spidol. Tak lupa mouse hitam merk Logitech membantunya menari-nari di layar monitor.

Terlihat di wajahnya, “ayo gek ndang rampung, gek ndang rampung. Ada anak dan suamiku di rumah,” begitulah gambaran pesan yang saya tangkap malam ini. Sebuah dedikasi yang hebat, karena tanggung jawab dan loyalitas, sementara anak dan suaminya terpaksa dinomor duakan sejenak.

@30HariBercerita #30HBC1831
~~~

Posted in #30HariBercerita | Tagged | Leave a comment