Injeh sampun kademen…

Tiba-tiba ada tukang jualan burjo alias bubir kacang ijo lewat depan kantor tempat kami bekerja. Lansung tiba-tiba teman kami inisiatif beli langsung, karena sudah pernah beli waktu dulu. “Yok, ayo dituku burjone, sela teman sekantorku.

Bergegas rekan kerjaku menghampiri bapak penjual burjo tersebut. Sambil nunggu pesanan yang dibeli terjadilah obrolan seperti ini.

” Pak, kok sampun balek? Tanya temanku.

“Iya mbak karena tadi kehujanan, mau pakai mantel keberatan dan besar, jadi ini njut mau pulang,” bapaknya menjawab.

“Namanya siapa pak? 

” Muji mbak, orang Jotawang,” sambil melayani pembeli juga dengan ramah menjawab pertanyaan dari pembeli.

“Dari jam berapa pak jualnya?”

“Dari jam 6 pagi, terus ini mau pulang.”

“Oh, ya pulang saja pak, kalau capek ya istirahat.” Pembeli itu mengucapkan kata-kata yang enak didengar.

***

Belilah karya oranglain disekitar kita, karena itulah sejatinya membantu mereka untuk bahagia, kenapa bahagia? 

Karena dagangannya bisa habis atau berkurang, dan jerih payahnya tertebus dengan receh yang didapatkannya.

Advertisements
Posted in #NulisRandom2017, Motivasiku | Tagged | Leave a comment

Bekal untuk menikah oleh ust. Hidayaturrohman

Dika, Satriya, IbuEmi, UsHuidayaturrohman

Seorang suami itu sebagai kepala rumah tangga, istri itu sebagai ibu rumah tangga. Sikap yang harus dijaga dan dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut ini:
*emosi yang stabil (kontrol emosi)

*seorang bapak atau ibuk boleh saja marah, namun apa dulu alasannya. Marah kalau istrinya sering didatangi oleh teman cowoknya di smp dahulu. Marah kalau suaminya malas ke masjid. Yang penting bisa menempatkan kapan marahnya? Dan untuk siapa marahnya itu, asal jangan sering marah itu aja kok :v

*memukul itu juga boleh, asal jangan sering dilakukan.
*budayakan bilang tolong, terimakasih, dan maaf. Mintalah maaf setiap hari kepada pasangan Anda, mau berangkat kerja, mau tidur atau di waktu yang lain.
*kurangi sikap egois diri sendiri karena setiap manusia mesti punya sikap egois.

*menjaga komunikasi, berkata yang bijaksana dengan bahasa yang lemah lembut.

*hindari mengkritik secara spontan dan langsung, “Buk kok masakannya blas gak enak e kurang garam! Misalnya, akan jauh lebih santun jika bilang,”Buk sepertinya kalo ditambah garam lebih enak ini.” 

*masing-masing punya masalah, jadilah pendengar yang baik untuk pasangan Anda

*kalau terpaksa mengkritik itu, usahakan jangan sampai menyakiti hati pasangan

*jangan banyak cerita ke oranglain, ceritalah masalah kepada pasangannya. Tutupi semua aib dalam diri kalian dan pasangan kalian.

*belajar untuk saling memahami, saling menyayangi, belajar saling menghormati

*salah satu harus ada yang mengalah

*pernikahan itu menyatukan 2 hati, menyatukan 2 keluarga yang berbeda karakternya

*ketika ada api, jadilah air yang mengademkan suasana

*untuk selalu berpikir yang positif, terhadap segala sesuatunya

*dibuat kejutan ketika susah bangun, kasih saja kejutan untuk pasangan kaliyan

*ketika ada suami sudah lelah, ada masalah jangan ditambahi dengan wajah yang lelah, diladeni marah.

*buat undangan yang ada tulisannya barakallahu lakuma wal barokah, biar ketika mereka yang mendapatkan undangan itu mendoakan pernikahan kita

***

Kajian Kramat AMM Bantul |

Ust. Hidayaturrohman

Posted in Majelis Taklim | Tagged | Leave a comment

Untuk Kaliyan,

Posted in Pesan dalam gambar | Tagged | Leave a comment

Jadi ini yang membuat kamu seperti ini?

Posted in Pesan dalam gambar | Leave a comment

(Kajian Kramat AMM Bantul): Kewirausahaan tentang Islam bersama Vice President Sale Stock aka Mas Gufron

Islam turun di sebuah kota Mekah, Rasulullah jadi pengusaha ketika bersama pamannya di umur 12 tahun, karena diajak oleh pamannya Abu Tholib. Sudah diberikan pengalaman tentang dunia dagang atau bisnis. Dalam usia yang masih sangat muda sekali. 

Bapaknya Abdullah meninggal dalam perjalanan di Madinah, lalu kakeknya Rasulullah Abdul Mutholib adalah suplier ternak terbesar di sana. 
Islam masuk ke negara Indonesia, oleh para pedagang yang berniaga ke nusantara. Baca *suara muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan juga melakukan jiwa dagang dalam dakwahnya. Beliau membawa batik dari Jogja lalu ketika dakwah ke daerah misalnya Surabaya, beliau mesti selalu bawa dagangan kain batik. Beliau dagang kain batik di sana. 

3 (tiga) hal jika menjadi pengusaha harus punya sifat ini:
1. Jauh, Besar, dan Lama

Misalnya adalah sebagai berikut, jika kita mempunyai dagangan itu berdaganglah dengan membawa persediaan yang besar dan banyak. Bisa 1 truk, 10 truk atau 100 truk. Filosofinya adalah dahulu ketika Rasulullah berdagang pasti membawa kafilah dagang yang sangat besar. Tujuannya adalah menghemat ongkos, dan agar keuntungannya berlipat karena dengan stok dagangan yang banyak penjualan juga banyak.

Jauh, beliau dagang waktu itu ke Negara di Yaman, Damaskus, Gaza lebih kurang 1200 km dari tempat asalnya yakni Mekah. Sangat jauh bukan?

Sidiq amanah fathonah tabligh, Rasulullah tertempa dari lewat jiwa dagangnya yerlebih dahulu. Waktu itu Beliau belum diangkat sebagai rasul, namun sudah berdagang.

2.Mandiri secara financial, 
Allah yang mencintai hamba yang bertaqwa, kaya dan rendah hati. Karena dengan kekayaan bisa kita membantu jalan dakwah dengan amunisi financial. Pernah kebayangkan kalau kita mau bangun masjid, kalau keuangan kuat tak perlu pakai acara galang donasi, buat proposal. Coba kalau banyak pengusaha muslim di Jogja, ketika mau bangun masjid tinggal bangun saja. Lha kekayaannya banyak?

3. Etos Kerja

Cara Sale Stock fashion yang terjangkau. Etos kerja luar biasa sekali, sangat professional, menjunjung etika. Muslim dan sholat.

Skill dan teknologi serta selalu tingkatkan ilmu pemgetahuan dengan membaca ,memperluas jejaring dan membaca literasi itu kuncinya.
Wallahua’lam bisshowab

Posted in Majelis Taklim | Tagged | Leave a comment

Kajian di Masjid Al Falah Kotagede oleh Ust. Budi Setiawan

Pengertian sirothol mustaqim adalah jalan itu hanya satu. Itu artinya kebenaran itu hanya satu. Akan banyak jalan diluar sana yang sesat, yang senantiasa ada syetan. Ya kebenaran itu hanya agama Islam, ini jelas.

Islam kelak akan ada 73 golongan, dan dari 72 golongan akan celaka dan hanya ada 1 golongan yang akan selamat. Golongan ini adalah golongan ‘Ahlus sunnah wal jamaah, siapapun dia yang dalam beragama yang menempuh jalanku (Nabi Muhammad sallahu’alaihi wa sallam) dan menempuh jalan para sahabat-sahabatku).

Dengan pemahaman dari para sahabat: ‘Karena sebaik-baik manusia adalah ketika dijamanku, ketika nabi Muhammad sallahu’alaihi wasallam masih hidup, beliau ajarkan langsung kepada para sahabat dan pengikutnya.
Generasi tabi’in, setelah para sahabat, ajarannya masih sesuai dengan keadaannya. Dan ketika ada problem masih ada Rasulullah selaku pemberi keputisan yang terakhir.
Semua sumber itu harus merujuk ke al quran dan al hadist. Karena dua hal inilah pedoman hidup manusia.
Siapapun berhak masuk surga tak ada yang mengklaim yang paling bisa masuk surga. Surga bukan hanya milik satu kelompok itu tadi, yang mengklaim paling ahlus sunnah wal jama’ah.

Orang-orang yang telah dianugerahkan nikmat, siapa mereka?

Barang siapa yang taat kepada Allah dan rasulnya, dan orang-orang yang berjuang membenarkan apa yang disampaikan, dan orang yang beramal sholih.
Diantara ciri-ciri mereka yang akan selamat:
1. Golongan yang setia mengikuti rasulullah dan para sahabat. Contohkan sikap para sahabat dalam memberikan keputusan pasti bersumber dari al quran dan al hadist tentunya dengan pemahaman sahabat. Contohlah dari itu, bukan hanya mencontoh dari cara berpakaiannya, namun cara beribadahnya.

2. Golongan apabila terjadi perselisihan diantara mereka dirujukkan kepada kalam Allah dan hadist. Kita kembalikan al quran dan al hadist yang shohih.

Wallahua’lam bisshowab

Posted in Majelis Taklim | Tagged | Leave a comment

Bulughul marom : Sholat Jumat

Kewajiban makmum ketika khotib khutbah diam dan fokus mendengarkan khutbahnya sampai selesai.

Sholat tahiyatul masjid boleh dilakukan meskipun di waktu terlarang. Seperti ketika pas matahari terbit.
Jamaah itu disarankan juga melihat khotib, melihat dan mendengarkan. Lebih utama melihat khotib dan mendengarkan, karena lebih fokus. Serta jika kita melihat langsung khotib, otomatis bisa mendengarkan. Namun, jika hanya mendengarkan saja belum tentu kita bisa melihatnya. Terkadang kalau hanya mendengarkan saja itu kurang fokus.

Posted in Majelis Taklim | Tagged , | Leave a comment

Kutitipkan Dia…

Hanya itulah kalimat yang pantas ku sampaikan kepada Mu, dzal pemilik seluruh kehidupan dan ketetapan di alam semesta ini. Semuanya ada dalam kendali Nya, tak ada tempat yang pantas digantungkan kecuali kepada Nya.

Kutitipkan dia, ya Allah dengan segala hal yang ada di dalam dirinya. Tolong jaga dan lindungi dia sebagaimana Engkau melindungi kesucian ibunda Siti Maryam ibu Isa Almasih alaihissalam. Wanita yang mulia di alam semesta yang namanya diabadikan dalam al qur’an. 

Sekarang saya di sini sedang berusaha untuk mengikhtiarkan dia agar bisa menjadi pasangan halalku, dengan segala keterbatasan dan ketidakmampuanku saya mohon tolong bimbing saya bimbing kami agar bisa mempersiapkan waktu yang telah Engkau sediakan. 

Dan kami mohon, jadikanlah kami orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat dan bersyukur. Salah satunya adalah Engkau perkenalkan Dia dalam kehidupanku.

Ya, Allah hanya dengan Mu lah kutitipkan dia dengan seutuhnya…

*kamar

Posted in #NulisRandom2017, Rasaku | Tagged | Leave a comment

Kodok sedang ‘Konser

Di luar terdengar suara kodok sahut bersautan. Kung kong kung kong, terdengar bersautan, berirama dan khas sekali. Mereka seperti berteriak bahwa 

“Hore sudah hujan, hore sudah hujan.”

Begitulah sepertinya mereka mau bilang. Baru saja hujan di sini, lalu sempat pakai acara listrik mati juga, namun sekarang tepat pukul 23.11 WIB listrik sudah nyala dan hujan sudah reda. 

Para kodok saja sedang berkonser ria, masak kamu enggak?

Posted in #NulisRandom2017 | Tagged | Leave a comment

Tinggal nunggu giliran?

Pada dasarnya semuanya itu nunggu giliran untuk diambil. Ya, bisa umur, kepandaian, ketampanan, kekayaan, motor, mobil, pangkat, jabatan, istri, anak, dan tabungan misalnya. Bisa saja dengan mudah diambil oleh Sang Pemilik.

Kita tidak tahu kapan itu terjadi, karena biarlah itu semua menjadi misteri illahi. Kita cukup siap dan kudu harus siap. Belajar ikhlas dengan mengikhlaskan, sekali lagi bukankah itu semua hanya titipan?

Kalau kita disini hanya sebagai perawat dari titipan Allah, ya tak bisa protes pan namanya juga hanya titipan…

Untuk itu kita harus sadar sesadar sadarnya bahwa semua itu adalah titipan, tak ada perlu yang bisa disombongkan.

Posted in #NulisRandom2017, Share aja ide disini! | Tagged | Leave a comment